1. KARL LINNE (CAROLUS LINNAEUS)
- Karyanya yang pertama kali mengenai seksualitas tumbuhan.
- Menerbitkan Hortus Uplandikus yang memuat nama-nama semua tumbuhan yang terdapat di kebun raya Upsala, yang susunannya mengikuti sistem de Tournefort. Kemudian Linnaeus menyusun ulang karyanya yang sebelumnya dan diberi nama Sistema Sexsuale atau sistem seksual.
- Sistema Naturae yang memuat dasar-dasar pengklasifikasian tumbuhan hewan dan mineral.
- Naskah Hortus Cliffortianus yang berisi jenis-jenis tumbuhan yang dipelihara dalam kebunnya.
- Species Plantarum yang berisi tentang Sistem Tatanama Ganda Tumbuhan, terbit 1 Mei 1753.
- Nama-nama golongan tumbuhan seperti Monandria (berbenang sari tunggal), Diandria (berbenangsari dua), Triandria (berbenang sari tiga), dan seterusnya.
2. J. BOCK (1489-1554) (HIERONYMUS TRAGUS)
- Penggolongan tumbuhan menjadi terna, semak dan pohon, tetapi ia mengaku telah berupaya untuk menempatkan tumbuhan yang menurut anggotanya sekerabat dalam kategori yang sama.
3. DISCORIDES
- Sistem klasifikasi berdasarkan atas manfaat dan sifat-sifat morfologi tumbuhan.
4. PLINIUS (23-79)
- Karya kompilasi dari karya-karya sebelumnya dan ditambahkan dengan bahan-bahan dari dongeng, takhayul, dan kepercayaan-kepercayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi secara lisan ke kalangan rakyat. Sistem klasifikasi yang diikuti Plinius adalah sistemnya Dioscorides yang telah membedakan pohon-pohonan, sayuran, tanaman obat-obatan, dan seterusnya.
5. O. BRUNFELS (1464-1534)
- Karya tentang terna yang dihiasi gambar, yang sebagian besar merupakan bahan-bahan kompilasi dari karya-karya Theoprastes , Dioscorides, dan Plinius. Buku ini memuat banyak konsep-konsep yang keliru serta kekisruhan akibat dimasukkannya berbagai informasi yang bersumber dari cerita rakyat dan takhayul.